Lazada Indonesia

Cara Menyembunyikan Add or Remove Programs dari Control Panel

Notepad Online | Tutorial Komputer Jaringan Kamis, 28 Februari 2013 0 comments
Salah satu cara uninstall program yang ada di komputer maupun laptop dapat dilakukan melalui Add or remove program yang ada di control panel. Anda bisa memilih daftar program yang ada di add or remove program pada windows XP atau pada Programs and Features di windows 7 untuk di uninstall.

Karena fungsinya sebagai langkah untuk uninstall sebuah program atau aplikasi, maka add or remove programs ini merupakan fitur yang penting untuk user, dimana jika program yang telah tidak dipergunakan lagi maka sebaiknya program tersebut diuninstall saja agar tidak membebani kinerja komputer. Namun demikian ketika anda tidak ingin program atau aplikasi yang anda senangi tidak ingin diuninstall oleh orang lain, maka anda bisa menyembunyikan fitur Add or remove programs agar tidak digunakan untuk uninstall program.

Langkah-langkah untuk menyembunyikan fitur add or remove programs dari Control panel dapat diikuti sebagai berikut.

  1. Tekan kombinasi tombol Window+R kemudian ketikkan gpedit.msc dan tekan enter untuk membuka jendela group policy editor.
  2. Masuk ke User Conviguration/Administratives Templates/Control Panel/Add or remove Programs
  3. Pada panel sebelah kanan klik ganda pada Remove Add or Remove Programs

    Disable Add or remove programs
  4. Ubah valuenya dari Not convigured menjadi Enabled kemudian klik OK

    Enabled
  5. Restart komputer dan mulai dari sekarang fitur add or remove programs atau programs and features tidak muncul lagi di control panel sehingga user tidak bisa melakukan uninstall program dari control panel.
  6. Untuk mengembalikan add or remove programs, ulangi langkah-langkah diatas kemudian ubah pilihan enabled menjadi not configured dan klik OK lalu restart komputer.

HP LaserJet 3055 Driver Download

Download Driver Printer HP LaserJet 3055
Compatibility and System Requirements :
Windows 8
Windows 8 (x64)
Windows 7
Windows 7 (x64)
Windows Vista
Windows Vista (x64)
Windows XP

- File name : upd-pcl5-x32-5.5.0.12834.exe
- File Size : 15.9 Mb
- Version : 5.5.0.12834
- Release Date : 27 Jun 2012

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the printer driver, for the download link see below
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation

Download HP LaserJet 3055 Driver






Direct Link Download



HP LaserJet P1005 Driver Download

Download Driver Printer HP LaserJet P1005
Compatibility and System Requirements :
Microsoft Windows 7 (32-bit),
Microsoft Windows 7 (64-bit),
Microsoft Windows XP,
Microsoft Windows XP x64,
Microsoft Windows Vista,
Microsoft Windows Vista (64-bit),
Microsoft Windows Server 2003,
Microsoft Windows Server 2003 64-Bit Edition,
Microsoft Windows XP 64-Bit Edition,
Microsoft Windows 2000

- File name : hp_LJ_P1005_P1505_Full_Solution_ROW.exe
- File Size : 162.93 Mb
- Version : 8.0
- Release Date : 2010-11-03

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the printer driver, for the download link see below
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation


Download HP LaserJet P1005 Driver
Direct Link Download


HP LaserJet 1022 Driver Download Windows 8/7/XP

Download Driver Printer HP LaserJet 1022
Compatibility and System Requirements :
Windows 8
Windows 8 (x64)
Windows 7
Windows 7 (x64)
Windows Vista
Windows Vista (x64)
Windows XP

- File name : lj1018_1020_1022-HB-pnp-win32-en.exe
- File Size : 2.59 Mb
- Version : 20120918
- Release Date : 2013-01-09

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the printer driver, for the download link see below
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation







Download HP LaserJet 1022 Driver
Direct Link Download


Printer HP Officejet 100 Driver Download

Download Driver Printer HP Officejet 100
Compatibility and System Requirements :
Microsoft Windows 7 (32-bit),
Microsoft Windows 7 (64-bit),
Microsoft Windows Vista,
Microsoft Windows Vista (64-bit),
Microsoft Windows Server 2003,
Microsoft Windows Server 2008 W32,
Microsoft Windows Server 2008 x64,
Microsoft Windows Server 2003 64-Bit Edition,
Microsoft Windows XP Tablet PC Edition,
Microsoft Windows XP

- File name : OJ100ML411_Full_14_en.exe
- File Size : 121.95 Mb
- Version : 14.0.0
- Release Date : 2012-06-04

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the printer driver, for the download link see below
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation







Download HP Officejet 100 Driver
Direct Link Download


Brother MFC-J615W Driver Download

Download Driver Printer Brother MFC-J615W
Compatibility and System Requirements :
Windows® 8 (32-bit),
Windows® 8 (64-bit),
Windows® 7 (32-bit),
Windows® 7 (64-bit),
Windows Vista® (32-bit),
Windows Vista® (64-bit),
Windows® XP Home/Professional,
Windows® XP Professional x64 Edition,
Windows® 2000P

- File name : mfc-j615w-inst-C1-usa.EXE
- File Size : 117.28MB
- Version : C1
- Release Date : 01/09/2013

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the driver Printer, for link download see above
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation

Download Brother MFC-J615W Driver
Direct Link Download


Tips Mengoptimalkan BIOS Pada PC


Secara sederhana, sebetulnya hanya ada dua pilihan pada BIOS. Membuat sistem yang tercepat atau mau mengutamakan kestabilan. Kenali fungsi-fungsinya, maka Anda akan mendapatkan sebuah sistem yang optimal, hasil kompromi keduanya.
Seiring dikarenakan perkembangan komponen PC, sedikit banyak BIOS juga mengalami beberapa perubahan. Terutama hal ini terjadi dikarenakan terus berkembangnya beberapa komponen pendukung utama pada PC. CPU (central processor unit) tentu saja memegang peranan penting, dalam hal ini. Penggunaan CPU berteknologi 64-bit tentunya membutuhkan sebuah fungsi khusus. Demikian juga PCI Express sebagai pengganti slot AGP, dan DDR2 yang menawarkan bandwidth memory yang lebih besar dibanding DDR.

DI PERSIMPANGAN JALAN
Sebetulnya, tidak ada setting-an BIOS yang terbaik. Namun kami mencoba memberikan penjelasan, agar Anda dapat membuat setting-an optimal dengan BIOS Anda.
Dengan setting BIOS, Anda akan dihadapkan antara dua pilihan. Di sini dimungkinkan untuk lebih memacu komponen-komponen pada PC. Tentu saja dengan sebuah harga yang harus dibayar. Tanpa komponen yang berkualitas juga pendinginan komponen yang memadai, maka Anda hanya akan mendapatkan sebuah sistem yang tidak stabil.
Pilihan Load Fail-Safe Default ataupun yang sejenis, akan memberikan kestabilan terbaik. Sayangnya, pilihan ini tidak mengeluarkan seluruh kemampuan dari yang dimiliki sistem Anda.
Diharapkan, setelah membaca ulasan kali ini, Anda dapat lebih meningkatkan kemampuan PC Anda. Melalui setting ulang BIOS. Sesuatu yang mungkin sebagian orang masih takut untuk melakukannya. Dan sebagian lagi masih merasa bingung dengan fungsi-fungsi di dalamnya. Hal ini kami anggap wajar. Mengingat, tidak semua produsen motherboard menyertakan manual yang lengkap dan informatif. Khususnya untuk setting BIOS ini. Artikel ini lebih banyak berisi penjelasan menu-menu “baru” yang tersedia untuk BIOS sekarang.
PANDUAN, BUKU NANUAL
Tentunya, panduan yang akan termuat pada artikel kali ini masih jauh dari lengkap. Jika lengkap, tentunya bisa Anda bayangkan, akan berapa halaman yang akan membahas BIOS pada artikel ini.
Namun setidaknya, fungsi-fungsi inilah yang kami anggap paling Anda butuhkan untuk diketahui lebih lanjut. Juga pada beberapa bagian, kami menyertakan url rujukan, tempat Anda dapat mencari informasi lebih lanjut ataupun untuk men-download aplikasi pendukung.
ISTILAH FUNGSI YANG BERLAINAN
BIOS (Basic Input and Output System) sebenarnya adalah sebuah firmware yang tersimpan pada sebuah EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory).
Ini yang menyebabkan BIOS memiliki beberapa perbedaan, antara satu sistem dengan sistem yang lain. Namun perbedaan antar-BIOS sebetulnya hanya pada susunan menu dan istilah yang digunakan. Selebihnya sebagian besar memiliki kesamaan pada fungsi yang diusung.
Pada artikel ini, kami memberikan contoh kebanyakan dari Phoenix-Award. Karena belakangan ini, BIOS Phoenix-Award inilah yang paling sering kami temui pada kebanyakan motherboard terbaru.
Kami juga berusaha untuk memberikan ekuivalensi nama fitur pada kebanyakan BIOS. Namun tentunya, Anda juga sudah dapat mengira-ngira fungsi apa yang sama pada BIOS Anda.
MODDING BIOS
Tidak hanya PC case yang bisa menjadi sasaran modding. Modding BIOS pun dapat dilakukan. Yang perlu Anda lakukan adalah sebuah aplikasi yang tepat.
Beberapa produsen motherboard juga menyertakan aplikasi untuk melakukan modding BIOS. Namun, kebanyakan hanya menyediakan fasilitas sederhana. Seperti mengganti layar saat boot. Lebih dari itu, biasanya para produsen tidak menyediakannya. Dan kali ini, kami akan memberikan beberapa panduan bagi Anda yang tertarik untuk melakukannya.
Pada bagian tersebut akan membahas mulai dari yang paling sederhana. Seperti mengganti welcome boot screen dari BIOS. Sampai beberapa aplikasi unik yang mampu memberikan keleluasaan untuk mengedit BIOS.
Seperti Award BIOS Editor, yang mampu mengedit menu-menu yang akan tampil pada BIOS. Ingat, aplikasi ini hanya terbatas membuka fungsi yang tersembunyi pada menu BIOS. Bukan membuat ulang program BIOS untuk menjalankan fungsi tertentu.
Ini juga berguna sekiranya Anda sudah bosan menunggu-nunggu update BIOS yang disediakan dari produsen motherboard Anda. Ataupun untuk produk yang sudah discontinue, atau malah sang produsen tidak menyediakan sama sekali perihal update BIOS ini.
PROCESSOR & CPU FREQUENCY
Terdapat beberapa varian nama untuk fungsi yang satu ini. Anda dapat menemukan fungsi ini dengan menu bernama Adjust CPU FSB frequency, atau CPU host clock.
Dapat ditemukan dalam menu Advanced Chipset Feature. Atau beberapa menu khusus untuk overclocking, seperti Jumperfree Configuration, uGuru, Cell menu, dan seterusnya. Secara default, setting yang sering digunakan adalah pada mode Standard, Default, atau Auto.
CPU Frequency = ?
CPU Frequency didapatkan dari hasil perkalian antara clock dan multiplier. Clock pada beberapa BIOS disebut dengan external clock. Sedangkan multiplier factor adalah faktor pengali.
Namun dengan perkembangan penamaan processor belakangan ini, membuat hal ini tidak sesederhana dulu, waktu penamaan processor menggunakan frequency kerjanya. Jadi, ada baiknya Anda masih memiliki data acuan untuk setting processor yang Anda gunakan. Atau dapat juga mencarinya pada situs resmi para pembuat processor. Setidaknya ini akan menghindarkan kesalahan pada setting.
MENGANDALKAN SETTING AUTO
Mengoptimalkan sebetulnya cukup sederhana. Menggunakan setting auto pada kebanyakan kasus memang yang terbaik. Kecuali karena satu dan lain hal, ada kesalahan saat pembacaan processor secara otomatis.
Jika hal ini yang terjadi pada kasus Anda, maka samakan setting BIOS dengan spesifikasi processor yang digunakan. Pastikan nilai clock, multiplier, dan terkahir CPU frequency sesuai dengan spesifikasi processor yang digunakan.
Saran kami, selama tidak ada masalah, setting auto sangatlah disarankan. Beberapa produsen motherboard, menyesuaikan setting CPU frequency sesuai dengan beban kerja PC. Beberapa juga menyediakan preset profile, dengan beberapa tingkatan. Selama tidak ada masalah kestabilan, hal ini dapat terus dilakukan.
Catatan: kesalahan setting CPU frequency memiliki konsekuensi kerusakan dan ketidakstabilan sistem. Kerusakan dapat terjadi baik pada CPU, maupun motheboard. Pastikan, setting sesuai dengan spesifikasi.
RAM: DRAM TIMING SELECTABLE
Berikut adalah cara mengoptimalkan setting timming modul RAM yang terpasang pada sistem. SPD (Serial Presence Detect) akan membaca informasi yang terdapat pada EEPROM (Electrically Eraseable Programmable Read Only Memory), antara lain memory type, size, speed, voltage interfaces, dan module bank.
Secara default, kebanyakan motherboard akan memiliki nilai pada setting BIOS dengan Auto, atau By SPD. Keduanya samasama mengacu pada SPD modul yang terpasang.
HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN
Untuk mengoptimalkannya sebetulnya cukup sederhana. Hanya diperlukan empat hal yang perlu diperhatikan.
CAS Latency Time: mendefinisikan latency yang terjadi antara proses pembacaan DRAM sampai dengan waktu tersedianya data tersebut.
Act to Precharge Delay: mendefinisikan waktu yang dibutuhkan (dalam satuan DRAM clock) yang akan digunakan sebagai parameter DRAM.
DRAM RAS to CAS Delay: waktu DRAM antara saat memungkinkan memberikan active command, dengan waktu proses read/write.
DRAM RAS Precharge: waktu idle yang dibutuhkan untuk perintah precharge.
KENALI RAM ANDA
Sesuaikan dengan kemampuan modul DRAM yang terpasang. Jika sistem Anda terpasang beberapa DRAM dengan kemampuan beragam, pilih modul DRAM dengan kemampuan terendah sebagai acuan untuk setting timming DRAM.
Untuk mengetahui informasi mengenai modul RAM yang terpasang, bisa menggunakan beberapa utility system info yang dapat menjabarkan spesifikasi detail DRAM.
Jika ingin melakukan overclock pada RAM, sesuaikan dengan spesifikasinya. Karena setting RAM paling berpengaruh dengan kestabilan sistem.
Selama tidak ada masalah, setting By SPD sangatlah disarankan. Selama tidak ada masalah kestabilan, hal ini dapat terus dilakukan.
Jika Anda memiliki cukup waktu untuk berksperimen ataupun memiliki informasi yang lebih baik mengenai modul memory yang terpasang, mencoba setting timming yang lebih agresif dapat meningkatkan kinerja PC.
PROCESSOR: AMD CONFIGURATION
Untuk pembahasan ini, menurut kami adalah yang paling menarik. Di mana perkembangan penambahan menu BIOS paling dirasakan.
Berikut adalah pembahasan fungsi-fungsi khusus, yang hanya tersedia pada BIOS untuk motherboard dengan platform processor AMD. Lebih khususnya lagi, yaitu untuk jajaran Athlon 64 (dan beberapa model Sempron).
Perlu diperhatikan adalah keragaman chipset yang digunakan. Ini akan sedikit banyak memberikan perbedaan baik pada nama fungsi maupun fasilitas yang tersedia.
HYPER TRANSPORT
Penjelasan singkat mengenai teknologi HyperTransport adalah sebagai berikut. Adalah penerapan interface high speed hubungan point-topoint, menghilangkan masalah I/O bottleneck.
Cara yang digunakan AMD antara lain dengan memindahkan memory controller, terintegrasi dengan processor. Ini akan menghasilkan tingkat latency yang lebih rendah. Dan memungkinkan penyederhanaan desain routing motherboard secara keseluruhan.
HyperTransport atau dahulu dikenal dengan istilah Lightning Data Transport (LDT) biasanya disesuaikan dengan faktor pengali bus processor. Jika processor AMD Anda terbaca dengan sempurna, Anda dapat mebiarkannya pada nilai auto. Jika tidak, sebaiknya samakan dengan nilai faktor pengali processor.
AMD COOL‘N’QUIET
Seiring pertambahan kemampuan kinerja processor, sekaligus menambah pasokan daya yang dibutuhkan, panas yang dihasilkan, juga tingkat kebisingan yang meningkat dari fan untuk mendinginkan processor, solusi AMD Cool‘n’Quiet dimaksudkan untuk mengeliminasi hal tersebut.
Fungsi ini dapat ditemukan pada tempat yang beragam. Kebanyakan produsen motherboard, meletakkan fungsi ini pada menu khusus yang disediakan oleh produsen motherboard.
Catatan: Fungsi hanya berlaku untuk processor mulai dari AMD Sempron 3000+ (socket 754) dan seterusnya. Untuk dapat memfungsikan fasilitas ini, selain mengaktifkannya pada BIOS diperlukan driver untuk operating system dan CPU cooler yang mendukung teknologi ini.
PROCESSOR: INTEL CONFIGURATION
Tentu saja ada beberapa fungsi yang khusus hanya dapat ditemukan pada BIOS untuk motherboard processor Intel.
Fungsi yang akan dibahas kali ini memang hanya berlaku untuk processor Intel jajaran tertentu. Jika processor dan motherboard yang Anda gunakan sudah mendukung. Inilah beberapa hal yang dapat Anda lakukan.
Hyper-Threading
Tentu saja, ini bukan istilah asing lagi. Jangan lupa mengaktifkannya, sekiranya Anda menggunakan processor yang sudah mendukung teknologi ini.
MPS Version Ctrl For OS
Multi-Processor Specification (MPS) sangat menentukan informasi yang diberikan kepada operating system. Pilihlah versi 1.4. Kecuali jika Anda masih menggunakan operating system lawas, seperti NT4. Terpaksa menggunakan pilihan 1.2.
CPU Thermal-Throtling
Fungsi ini akan mengamankan processor dari overheating. Selain meminimalkan panas yang dihasilkan, fungsi ini juga sedikit banyak akan memperpanjang umur processor Anda.
Thermal Management
Biasanya dapat Anda temukan pada Advanced BIOS Feature|CPU Feature. Istilah ini menggantikan penggunaan istilah CPU Thermal-Throtling. Fungsinya sama, dengan melakukan perlambatan. Perintah TM1 digunakan mulai pada era Intel Pentium III. Fungsi ini juga dikenal dengan nama Intel SpeedStep.
Pada jajaran processor terbarunya dengan teknologi Intel Extended Memory 64 Technology (Intel EM64T), Enhanced Intel SpeedStep juga dapat menurunkan kecepatan saat idle. Selain mengurangi panas yang dihasilkan, ini juga menurunkan tingkat noise yang dihasilkan HSF processor. Dijanjikan penurunan kinerjanya tidak akan sedrastis TM1.
Beberapa motherboard memberikan keleluasaan lebih untuk mengaturnya. Anda dapat mendefinisikan nilai TM2 Bus VID, sesuai dengan tegangan (volt) yang ditentukan. Juga nilai TM2 Bus Ratio, untuk menentukan clock ratio. Sayangnya untuk TM2 Bus Ratio ini, diperlukan processor dengan multiplier yang tidak ter-lock
.
VGA: VGA TUNUNG
Peralihan slot Video Graphics Adapter (VGA) dari Accelerated Graphics Port (AGP) menjadi PCI Express x16 memang memberikan bandwidth jauh lebih besar. Dibandingkan dengan AGP 8x dengan bandwidth maksimal 2,1GB/s, sedangkan PCI Express x16 dapat menawarkan bandwidth mencapai 4 GB/s.
Perubahan ini juga terjadi pada fungsi yang tersedia pada BIOS. Beberapa fungsi setting untuk PCI-Ex x16 sebetulnya bisa dianalogikan dengan fungsi pada AGP.
AGP Frequency dan PCI-Ex Frequency
Secara default, fungsi ini ada pada nilai auto. Jika nilai default untuk AGP pada 66 MHz, maka untuk PCI-Ex bekerja pada 100 MHz. Jika Anda termasuk pelaku overcolcking, perlu penyesuaian tersendiri untuk menentukan nilai saat menaikan kecepatan bus VGA ini.
AGP Transfer Mode
Mungkin Anda masih ingat, awal kali pertama slot AGP muncul. AGP transfer mode terus berkembang mulai dari 1x, 2x, 4x, dan 8x. Untuk interface VGA PCI Express x16, fungsi yang serupa ini tidak tersedia.
PEG Link Mode
PEG (PCI Express Graphics) Link Mode adalah fungsi baru yang tersedia pada beberapa BIOS. Tergantung pada produsen motherboard, karena menurut pengalaman kami fungsi ini tidak tersedia pada semua motherboard dengan slot PCI-Express x16.
Sebetulnya belum ada penjelasan yang pasti untuk fungsi ini. Pilihan yang tersedia adalah Auto, Slow, Normal, Fast, dan Faster. Dan pada beberapa kasus, ini akan mengubah kecepatan kerja VGA. Baik core clock maupun memory clock. Jika Anda memiliki waktu selang, cobalah fungsi ini untuk mendapatkan kinerja VGA yang lebih baik.
AGP Aperture Size dan PEG Buffer Length
Keduanya memiliki fungsi yang dapat dibilang sama. AGP Aperture Size secara spesifik berfungsi untuk menentukan jumlah RAM yang dialokasikan untuk AGP.
Sedangkan PEG Buffer Length hanya memberikan tiga pilihan: Auto, Short, dan Long. Gunakan pilihan Long, jika penggunaan PC Anda membutuhkannya dan Anda memiliki RAM yang berlimpah.
BOOT : QUICK BOOT
Meskipun pembahasan sejenis juga sudah tersedia pada artikel terdahulu. Seperti bagaimana cara mengatur boot sequence. Saran kami tetap sama. Pilihlah boot sequence yang benar-benar diperlukan dalam penggunaan sehari-hari. Apalagi jika BIOS motherboard Anda juga sudah menyediakan sebuah boot menu khusus. Ini akan memudahkan Anda sesekali mengubah boot sequence, tanpa perlu berbelit-belit masuk ke BIOS.
Selain itu, masih banyak yang bisa dilakukan dengan mudah untuk mempercepat proses booting PC Anda. Di sini akan dijelaskan, setting BIOS apa saja yang dapat dilakukan untuk melakukan hal ini.
Tinggalkan Floppy Disk
Mematikan fungsi Boot Up Floppy Seek adalah salah satunya. Sekaligus tidak menyertakan Floppy Drive sebagai salah satu bagian boot sequence. Apalagi mengingat makin jarangnya Anda melakukan booting dengan disket.
Keduanya harus dilakukan, agar tujuan percepatan waktu booting tercapai.
OPTIMALKAN FUNGSI
Anda menggunakan motherboard yang sudah mendukung konfigurasi harddisk RAID, atau malah interface SATA RAID. Tidak ada yang buruk dengan hal ini.
Namun, misalnya Anda masih mengandalkan perangkat dengan interface parallel ATA, dan tanpa memanfaatkan fungsi RAID atau SATA yang tersedia. Maka, mengaktifkan fungsi-fungsi tersebut hanya akan memperlambat proses booting.
Jika Anda perhatikan, saat mengaktifkan fungsi RAID. Setelah proses POST selesai dilakukan, terlihat fungsi serupa yang berjalan. Ini adalah proses BIOS dari RAID controller yang berjalan.
Mematikan fungsi ini akan menghemat waktu booting tidak kurang dari 2 detik. Tergantung pada waktu delay untuk deteksi harddisk dengan interface yang bersangkutan. Toh sekiranya Anda ingin memanfaatkannya, yang diperlukan adalah mengubah nilai dalam menu Integrated Peripherals pada IDE/SATA RAID function. Ataupun sekaligus mematikan fungsi Silicon SATA Controller, yang sama sekali belum berguna sekiranya Anda belum menggunakan interface ini.
HARDISK: SETTING IDE SEQUENCE
Mungkin sebagian besar dari Anda akan segera bertanya, apa susahnya mengatur hal yang satu ini? Memang relatif mudah, namun tidak demikian dengan bertambahnya interface untuk harddisk pada motherboard terbaru, yang dilengkapi dengan interface SATA, ataupun PATA.
Tidak seperti pada motherboard terdahulu, yang hanya menyediakan pilihan konektor PATA untuk IDE drive. Secara default, harddisk yang terpasang pada konektor IDE Primary Master, akan menjadi urutan pertama proses boot.
Dengan tersedianya interface SATA, maka pilihan setting untuk IDE ini sedikit lebih rumit. Namun setidaknya, Anda diberikan kebebasan untuk menentukan sesuai dengan penggunaan.
Hal ini dapat dilihat, jika Anda masuk ke dalam menu OnChip IDE Device. Biasanya dapat Anda temukan pada Integrated Peripherals.
Di dalam menu ini, terdapat berbagai pilihan, untuk menentukan urutan sequence IDE, berdasarkan konektor yang digunakan. Perlu diperhatikan di sini adalah konfigurasi SATA yang didefinisikan di menu BIOS ini.
SATA Mode
Menentukan mode aktif untuk on-chip Serial ATA. IDE: menjadikan on-chip Serial ATA sebagai IDE mode. RAID: Serial ATA bekerja dalam RAID mode. AHCI (Advanced Host Controller Interface): Serial ATA menjadi AHCI mode, untuk meningkatkan kegunaan dan performanya.
On-Chip Serial ATA
Menentukan fungsi on-chip Serial ATA. Disabled: men-disable-kan fungsi Serial ATA controller. Auto: BIOS yang akan mengatur secara otomatis fungsi ini. Combined Mode: menggabungkan fungsi PATA dan SATA (total jumlah maksimal 4 IDE drive). Enhanced Mode: enable keduanya, baik Parallel ATA dan Serial ATA (total jumlah maksimal 6 IDE drive). SATA Only: SATA beroperasi pada legacy mode.
PATA IDE Mode
Secara khusus, mengatur mode untuk konektor IDE1. Primary: “IDE1” connector bertugas sebagai Primary Master dan Primary Slave channel (layaknya motherboard terdahulu). Secondary: “IDE1” connector bertugas sebagai Secondary Master dan Secondary Slave channel.
PROCESSOR: DYNAMIC OC
Kebanyakan produsen motherboard terkemuka menyertakan fungsi ini. Tentu saja dengan penamaan yang sedikit berbeda. Namun sebagian besar memiliki banyak kesamaan, yaitu dengan tersedia profile setting overclocking, untuk memudahkan penggunaannya.
Bahkan beberapa juga menyertakan fungsi overclocking otomatis, menyesuaikan dengan beban kerja sistem secara otomatis. Bahkan tanpa memerlukan campur tangan dari penggunanya.
APALAH ARTI SEBUAH NAMA
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, fungsi yang semacam ini memiliki nama yang berbeda-beda. Pada ASUS, dikenal dengan nama ASUS AI NOS (Non-delay Overclocking System). ABIT menyebutnya dengan OC Guru – AutoDrive. Gigabyte punya fitur yang disebut C.I.A.(CPU Intelligent Accelerator), yang sekarang sudah pada generasi kedua. MSI memiliki CoreCenter, yang memiliki fungsi sejenis.
Letaknya pada menu BIOS pun juga beragam. Ada yang langsung tersedia pada menu utama BIOS. Ada juga yang diperlukan sedikit penjelajahan di dalam menu BIOS, sebelum Anda dapat berhasil sampai ke menu ini.
PROFILE
Beberapa di antaranya juga menyertakan pilihan profile overclocking yang akan digunakan. Ini akan menyesuaikan overclocking otomatis yang akan digunakan. Pesan kami, sesuaikan dengan kemampuan perangkat pendukung lainnya yang digunakan pada
sistem.
UTAMAKAN KESTABILAN
Dan cara yang paling tepat adalah menggunakan metoda trial dan error. Dikarenakan keragaman komponen pada PC. Jika pada setting sebelumnya, sistem Anda masih menunjukkan ketidakstabilan, ada baiknya menurunkan ke step di bawahnya. Dan jika semua profile sudah Anda coba, namun tingkat kestabilan sistem masih menyedihkan, maka Anda terpaksa memilih fungsi ini pada pilihan disable. Sebab, secepat apapun performa sistem Anda tidak akan banyak gunanya jika tidak disertai dengan tingkat kestabilan yang bisa diandalkan. Tentu Anda tidak menginginkan, sistem yang sering crash.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA BIOS
Tanpa disadari, BIOS adalah bagian yang juga penting dalam sistem PC Anda. Tanpa semua fungsi pada BIOS yang terlewati dengan sempurna, maka sistem Anda tidak akan bekerja dengan optimal.
Bahkan pada beberapa kondisi, BIOS yang ngambek, dapat membuat PC Anda tidak berfungsi. Semisal, saat mencoba melakukan overclocking yang berakhir dengan kegagalan ataupun kesalahan konfigurasi CPU.
Sistem akan menyala, namun tanpa proses yang dapat berjalan. Apa yang harus dilakukan?
1. Jika masih memungkinkan untuk masuk menu BIOS, yang perlu dilakukan sederhana. Pilihlah menu Load System Default Settings atau Load Fail-Safe Default, atau yang sejenis. Ini akan mengembalikan preset atau profile BIOS dengan setting default, yang akan memastikan sistem dapat bekerja. Perlu diingat, ini tidaklah optimal. Analoginya bagaikan sebuah operating system yang bekerja pada safe mode.
2. Langkah berikut tidak berlaku untuk semua motherboard. Terlebih motherboad yang telah berumur lebih dari lima tahun.
Beberapa produsen motherboard, khususnya untuk seri premium, memberikan fasilitas khusus untuk hal semacam ini. Sebagai contoh, produsen yang memiliki fitur semacam ini adalah ASUS dengan CPR (CPU Parameter Recall), DFI dengan CMOS Reloaded atau seperti Gigabyte yang menyediakan Dual BIOS. Fitur semacam ini akan terasa memudahkan pemiliknya, saat berhadapan dengan masalah semacam ini. Cara penggunaan detail, dapat Anda lihat kembali pada buku manual yang tersedia di paket penjualan.
3. Jika langkah-langkah termudah di atas belum dapat membantu mengembalikan fungsi BIOS, maka langkah selanjutnya sedikit lebih merepotkan.
Clear CMOS adalah langkah selanjutnya yang perlu dilakukan. Untuk melakukan hal ini, terpaksa membuka PC case agar dapat mengakses motherboard.
Beberapa motherboard menyediakan jumper untuk clear CMOS. Letak jumper ini, dapat ditemukan pada manual motherboard.
Ada juga yang menggunakan cara melepaskan baterai CMOS. Karena memang tidak tersedianya jumper Clear CMOS, meski Anda sudah mencari-cari jumper clear CMOS.
Sedikit lebih mudah bagi pengguna motherboard ABIT yang memiliki Guru Game Panel. Pada panel tambahan ini tersedia CMOS Reset Button. Anda dapat dengan mudah melakukan Clear CMOS, tanpa perlu membuka PC case.
MODDING BIOS
Modding dapat dilakukan tidak hanya pada PC case. Bahkan pada BIOS pun, modding juga dapat dilakukan.
Mulai dari yang sederhana. Seperti mengganti logo boot screen, atau sekadar mengganti logo EPA (Environmental Protection Agency) Pollution Preventer.
Sampai yang mungkin selama ini tidak terpikirkan. Seperti mengganti nama field menu pada BIOS, ataupun membuka menu yang tersembunyi pada BIOS.
Peringatan: sebaiknya lakukan backup BIOS, sebelum melakukan modding BIOS. Pastikan Anda sudah mengetahui segala risiko dan cara penanggulangannya. Risiko dan gangguan sistem mungkin saja terjadi.
Modding File BIOS
Perlu diperhatikan, proses edit untuk modding BIOS hanya dapat dilakukan pada file BIOS. Bukan langsung pada BIOS yang sedang berjalan.
Jadi, sekiranya Anda ingin melakukan modding BIOS, dibutuhkan BIOS yang masih berupa file. Bisa didapatkan dengan cara men-download pada situs produsen (biasanya terdapat pada link pilihan support, download update BIOS).
Atau Anda juga dapat menyimpan file BIOS ke dalam bentuk file (biasanya berupa file berekstensi BIN). Proses ini dapat dilakukan dengan mem-back-up BIOS ke dalam file. Aplikasi semacam ini banyak tersedia dalam kebanyakan paket penjualan motherboard.
Beberapa program flash untuk update BIOS dimanfaatkan untuk menyimpan BIOS menjadi file. Misalnya menggunakan Award Flash (Awdflash). Setelah BIOS tersimpan dalm bentuk file, baru proses modding dapat dilakukan.
Untuk menggunakan BIOS yang sudah ter-modding, perlu dilakukan proses sebaliknya. Flash BIOS dengan file BIOS yang sudah ter-modding.
EPACODER
Aplikasi ini dikhususkan untuk mengganti logo EPA saja, tidak lebih dari itu. Anda dapat melakukan convert dari file BMP, dengan kedalaman warna maksimal 4 bit (16 warna atau monochrome). Sebaiknya ukuran gambar yang digunakan beresolusi kisaran 136×84 pixel.
Fungsi semacam ini juga disediakan oleh beberapa produsen motherboard. Namun kebanyakan hanya dikhususkan untuk mengganti logo boot screen pada BIOS.
AWARD BIOS EDITOR
Untuk sementara, aplikasi Award BIOS Editor ini lah yang memiliki kemampuan modding BIOS paling lengkap.
Tentu saja aplikasi yang satu ini juga tidak disediakan oleh Award sendiri. Jadi, penggunaannya benar-benar di luar tanggung jawab para pemrogram BIOS.
Sebetulnya, banyak yang dapat dilakukan oleh aplikasi ini sendiri. Bahkan Anda dapat mengedit menumenu pada BIOS. Termasuk nilai default yang disediakan. Pada tree dalam Recognized Items, tersedia System BIOS. Jika Anda pindah ke tab Setup Menu, maka akan terlihat tampilan menu dari masing-masing halaman. Pada tab BIOS ID/Versions, Anda juga dapat melihat dan mengganti info tambahan yang tersedia pada BIOS. Layaknya sebuah system tool yang banyak tersedia untuk operating system Windows.
Sayangnya, aplikasi ini tidak dilengkapi dengan manual yang terdokumentasi dengan baik. Juga aplikasi ini tidak kompatibel dengan seluruh BIOS. Namun bagi Anda yang beruntung memiliki BIOS yang kompatibel dengan aplikasi ini, kami ucapkan selamat memodifikasi BIOS Anda.
Info selengkapnya bisa Anda dapatkan di http://awdbedit.sourceforge.net.

FAQ: YANG HARUS DI KETAHUI SEPUTAR BIOS
Berikut ini adalah lima hal penting yang perlu diketahui seputar BIOS. Kemungkinan sebagian besar dari Anda tidak akan mengalami hal ini. Hanya saja untuk berjaga-jaga, sekiranya di antara hal berikut ini terjadi dengan PC, Anda telah mengetahui apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan.
01. Clear CMOS Saat Instalasi Motherboard Baru.
Pertanyaan: Perlukah melakukan clear CMOS, sebelum menginstalasi motherboard baru?
Jawab: Walaupun dalam banyak kasus, hal ini sama sekali tidak perlu dilakukan. Namun, hal ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan sebelum menginstalasi komponen pada sebuah motherboard baru. Untuk menjaga kompatibilitas komponen hardware yang akan diinstal dengan motherboard. Sebab ada kemungkinan, komponen hardware yang digunakan pada masa pengujian QA (Quality Assurance), menggunakan komponen yang berbeda.
Masalah inkompatibilitas dapat saja terjadi, terutama pada setting CPU dan beberapa komponen pendukung lainnya.
02. Proses Tidak Sempurna pada Saat Update BIOS.
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan, sekiranya saat dilakukan update BIOS tiba-tiba sistem crash ataupun listrik padam?
Jawab: Inilah yang paling ditakutkan selama proses melakukan update BIOS. Musibah memang bisa terjadi di mana dan kapan saja. Yang harus dilakukan jika hal ini terjadi adalah sebagai berikut.
Lakukan secepatnya clear CMOS. Sekiranya sistem hang, sebelum mematikan ataupun melakukan reset, pindahkan jumper ke posisi clear CMOS. Tindakan ini semacam proses undo pada beberapa aplikasi. Dengan harapan, EEPROM pada BIOS akan kembali ke BIOS semula.
Kecuali motherboard Anda dilengkapi dengan BIOS back-up. Anda dapat dengan mudah melakukan restore BIOS utama. Mengandalkan BIOS backup yang tersedia pada motherboard Anda.
03. PC Gagal Melakukan Proses Booting.
Pertanyaan: Sesekali sistem mengalami gagal boot, setelah sistem dimatikan secara keseluruhan (cabut kabel AC, switch off pada PSU). Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?
Jawab: Sebaiknya, jika PC direncanakan tidak akan digunakan dalam waktu lama, maka catuan power AC ke PC dicabut. Atau minimal switch PSU di dalam posisi off. Namun setelah itu, PC mengalami gagal boot.
Ini terjadi karena belum meratanya catuan daya ke seluruh komponen PC. Termasuk BIOS. Ini yang menyebabkan proses boot gagal dilakukan dengan sempurna. Gejalanya adalah, PC menyala, namun tidak melanjutkan proses boot, bahkan tanpa terdengar bunyi POST code.
Yang perlu dilakukan sederhana. Beri interval waktu, setelah melakukan sambungan ulang power AC (kurang lebih 30 detik). Ini untuk memastikan PSU sudah beroperasi dengan optimal.
Memastikan tegangan listrik juga dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Demikian juga dengan pemilihan PSU yang lebih berkualitas pada PC Anda.
04. Perlukah Update BIOS?
Pertanyaan: Pada situs resmi produsen motherboard yang digunakan, tersedia update BIOS. Perlukah melakukan update dengan BIOS versi terbaru?
Jawab: Alasan yang paling tepat untuk munculnya kebutuhan update BIOS adalah saat menambahkan kompatibilitas untuk sebuah komponen yang terpasang. Seperti harddisk ukuran 200 GB, CPU terbaru yang sering membutuhkan update BIOS untuk dapat berjalan dengan sempurna.
Juga tidak disarankan, untuk melakukan update BIOS dengan alasan memperbaiki salah satu software bug dari BIOS. Hal ini sangat jarang terjadi. Kecuali dinyatakan secara khusus.
Atau, dalam versi BIOS yang digunakan, terdapat banyak bug yang mengganggu. Update BIOS dengan alasan selain itu, memang tidak ada salahnya. Namun kemungkinan besar, itu hanya akan membuang waktu saja.
05. Setting BIOS Tidak Tersimpan pada CMOS.
Pertanyaan: Mengapa CMOS tidak menyimpan setting BIOS?
Jawab: Ada dua kemungkinan. Perhatikan POST yang diberikan saat booting. Jika pesan yang diberikan semacam ini “CMOS checksum invalid” atau “Invalid configuration, run Setup”, penjelasannya sangatlah sederhana. CMOS tidak dapat menyimpan setting BIOS, dikarenakan kurangnya daya dari baterai CMOS. Jadi, yang perlu dilakukan, hanyalah mengganti baterai CMOS dengan yang baru. Kebanyakan bertipe CR2032. Dan baterai ini relatif mudah didapatkan, tidak hanya tersedia pada toko komputer.
Kemungkinan kedua, terjadi karena kesalahan setting. Beberapa motherboard menyediakan jumper clear password (CLR_PWD), yang dapat menyebabkan setting BIOS tidak dapat tersimpan. Untuk detail yang satu ini, ada baiknya untuk terpaksa membukabuka buku manual motherboard Anda.


Complementary metal oxide semiconductor (CMOS)

 
Complementary metal oxide semiconductor (CMOS) adalah semacam chip semikonduktor yang menyimpan data tanpa perlu adanya sumber tenaga eksternal. Dalam sebuah personal computer (PC), CMOS berisi instruksi-instruksi mendasar yang dibutuhkan oleh komputer untuk mengenali komponen-komponen perangkat kerasnya dan melakukan boot. Setting seperti ini dikenal sebagai basic input output setting (BIOS) dan juga disebut sebagai CMOS settings.

CMOS mengontrol beberapa fungsi termasuk Power On Self Test (POST). Ketika power supply komputer menyala, CMOS melakukan serangkaian pengecekan untuk memastikan sistem berfungsi dengan benar. Salah satu pengecekan ini adalah menghitung random access memory (RAM). Hal ini akan memberikan jeda waktu boot sehingga kadang-kadang ada orang yang menghilangkan fungsi ini dalam setting CMOS dan memilih untuk boot secara cepat. Jika Anda memasang RAM yang baru, akan lebih baik jika fungsi ini dipasang hingga RAM itu bisa diperiksa.

Jika POST sudah selesai, CMOS akan melakukan setting lainnya. Hard disk dan format-format lainnya dideteksi, bersama-sama dengan konfigurasi Redundant Array of Independent Disk (RAID), pilihan boot, keberadaan peripheral, dan overclocking tweaks. Banyak setting yang bisa diubah secara manual di dalam layar konfigurasi CMOS untuk meningkatkan kinerja komputer. Meskipun demikian, pengubahan-pengubahan ini sebaiknya dilakukan oleh pemakai yang berpengalaman. Pengubahan setting yang tidak tepat akan membuat sistem menjadi tidak stabil, menyebabkan terjadinya crash, atau bahkan bisa membuat komputer tidak bisa melakukan boot.

Layar konfigurasi CMOS bisa diakses selama fase POST dari boot up, dengan menekan sebuah tombol sebelum sistem operasi dimulai. Biasanya tombol ini adalah [Del] tapi bisa saja tombol lainnya. Sebaris teks akan menunjukkan tombol mana yang harus ditekan oleh pemakai agar bisa memasuki layar pengesetan CMOS atau BIOS. Pengubahan ini tidak bisa dilakukan dari dalam sistem operasi seperti misalnya Microsoft Windows, namun harus dilakukan di dalam sesi DOS. Ada juga pilihan untuk melindungi setting CMOS dengan pemberian password jika ingin melakukan pengubahan. Perubahan dalam setting CMOS dilakukan ketika keluar dari layar dengan menekan tombol F10 lalu komputer akan reboot untuk menggunakan setting yang baru.

Kebanyakan buku petunjuk motherboard memberikan sebuah daftar lengkap opsi-opsi CMOS yang tersedia. Opsi ini berbeda-beda sesuai dengan rancangan motherboard dan pembuatan BIOS. Dua manufaktur BIOS yang terkenal untuk PC klon adalah Phoenix dan Award, sedangkan perusahaan-perusahaan seperti Dell dan Compaq memproduksi sendiri chip BIOS mereka.


Cara Setting Bios Yang Benar


BIOS sering diabaikan, selama system PC Anda berjalan dengan lancar. Meskipun sebenarnya banyak peningkatan performa yang bisa didapat dari sini. Dan semua peningkatan itu gratis!
BIOS (Basic Input and Output System), sebetulnya termasuk firmware, software yang tersimpan pada ROM (read only memory) pada motherboard. BIOS inilah yang memungkinkan PC melakukan proses inisisialisasi dan testing hardware yang terinstalasi pada motherboard, yang disebut dengan POST (Power on Self Test). BIOS juga mengatur low level I/O, seperti keyboard dan display. Operating system juga dibantu BIOS untuk mengatur semua komponen yang terinstal pada PC, yang disebut dengan BIOS Run-Time Services.
Sebetulnya, sebagian informasi yang akan diulas di sini juga tersedia pada buku manual motherboard. Tidak semua produsen menjelaskan fungsi BIOS ini dengan baik. Bagi yang udah baca buku manual dengan baik atau sudah memiliki kemampuan untuk setting BIOS bisa mengabaikan tulisan ini. Bagi yang belum silakan melanjutkan!

Kemampuan fungsi yang ditawarkan pun memiliki perbedaan (sedikit), terutama di bagian speed enhancement. Bagi Anda yang memiliki motherboard dengan kemampuan itu, kami ucapkan "Anda beruntung". Jika tidak, jangan kecewa, sebetulnya masih ada cara lain di luar BIOS. Tapi, kami tidak akan mengulasnya kali ini.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kebanyakan pengguna komputer tidak perlu melakukan ini. Namun bagi Anda, para pengguna PC yang mengetahui bahwa terdapat banyak setting yang dapat meningkatkan kinerja ataupun menambah fungsi PC Anda tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan, tentu hal yang menarik. Satu-satunya yang harus dikobankan hanyalah sedikit waktu untuk mencoba setting-an baru BIOS Anda.

BIOS memang bervariasi. Hal ini disebabkan karena perbedaan manufacturer yang membuat ataupun perbedaan pada versi BIOS. Tidak semua motherboard memiliki BIOS dan memiliki display menu yang sama, ada sedikit perbedaan di sana-sini. Bahkan ada BIOS yang mendukung penggunaan dengan mouse pada lingkungan BIOS.

Di sini kami mengambil contoh BIOS dengan manufacturer Award. Karena Award BIOS ini populasinya lebih banyak ketimbang BIOS dari AMI ataupun Phoenix. Namun sebetulnya, banyak juga yang dapat diimplementasikan pada BIOS lain. Kami juga akan mencoba eqivalensi fungsi-fungsi serupa untuk BIOS lain.

Petunjuk Arah pada BIOS
Ini memang bukan petunjuk lengkap. Namun setidaknya, mencegah Anda kesasar dalam hutan belantara menu BIOS.

Semua ini akan kita mulai dengan menekan tombol [Del] sesaat PC memulai proses boot. Ini berlaku untuk kebanyakan BIOS. Sedangan sisanya, untuk masuk ke utility BIOS memerlukan penekanan tombol atupun kombinasi tombol yang berbeda. Ada yang dengan menekan tombol [F1], tombol [F10], atau kombinasi [Ctrl]+[Alt]+[Esc], dan lain sebagainya. Informasi seperti ini biasanya disediakan oleh produsen motherboard, baik pada buku manual maupun situsnya.

Sebelum memulai mengacak-acak BIOS, pastikan untuk mengetahui arah dan tujuan Anda. Lebih baik lagi jika Anda memiliki salinan setting awal yang dimiliki komputer Anda. Jika Anda sudah familiar dengan lingkungan pada menu BIOS, Anda memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja dan menambah fungsi yang dapat dilakukan PC Anda.

Istilah BIOS dan CMOS sering dicampuradukkan, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Di mana BIOS sebetulnya adalah software low level, sedangkan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah memory yang digunakan untuk semua setting BIOS. Untuk menyimpan data ini, CMOS membutuhkan baterai yang terdapat pada motherboard (biasanya CR2032).
Masuk ke BIOS, Anda akan merasa kembali ke zaman dulu. Jika Anda sempat merasakan PC era DOS (sebelum GUI window dikenal), Anda tidak akan terlalu kikuk dengan lingkungan shell yang tanpa window ini. Meskipun ada BIOS yang bisa beroperasi dengan menggunakan mouse, namun sebagian besar masih mengandalkan keyboard.

Setup Utility
Ketahui yang Anda mau. Di mana letak fungsi setting yang Anda inginkan?

Standard CMOS features
Basic setting, seperti jam dan tanggal, harddrive yang terinstal. Juga menampilkan jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.

Advanced BIOS features
Seperti namanya, menawarkan konfigurasi fitur tambahan. Seperti mengaktifkan SMART, termasuk mengatur boot priority.

Integrated Peripherals
Control port yang tersedia pada motherboard, onboard/onchip device seperti integrated audio, video, dan LAN controller.

Power Management
Think green. Untuk menghemat listrik dengan memperlambat atau bahkan shut down sebuah komponen PC Anda, setelah selang waktu yang ditentukan. Selain hemat lisrik, secara tidak langsung bisa mengurangi tingkat kebisingan dan memperpanjang umur komponen.

PnP/PCI Configuration
Setting tambahan khusus untuk slot PCI pada motherboard juga untuk mengedit kemampuan plug-and-play.

PC Health status
Monitoring hardware, seperti fan speed dan CPU temperatur. Juga bisa diset supaya komputer menjerit, bahkan mati jika melewati suhu tertentu.

Load Fail-safe Defaults
Jika tweaking BIOS salah, pilih fungsi ini untuk kembali ke konfigurasi semula.

Load Optimised Defaults
Untuk mengembalikan sistem ke default.

Set password
Memberi password akan mengunci PC. Jika tersedia dua level sekuriti, user, dan supervisor, user hanya bisa sebatas menyalakan komputer. Sedangkan password supervisor dapat masuk ke BIOS.

Save and Exit BIOS
Untuk keluar, sambil menyimpan semua perubahan yang telah dilakukan.

Exit Without Saving
Untuk keluar, tanpa menyimpan perubahan apapun.

Improved Features
Amati BIOS untuk mencari fitur apa saja yang selam ini disembunyikan PC Anda.
Tweaking BIOS tidak hanya bertujuan semata-mata hanya untuk meningkatkan kecepatan. Meski siapapun pasti akan merasa senang (bahkan bangga) jika memiliki PC yang berjalan dengan cepat dan lancar juga stabil.

Power management dapat membuat PC Anda lebih hemat energi, dan secara tidak langsung ramah lingkungan juga menghemat MTBF komponen yang ada di dalamnya. Mengatur boot sequence memberikan kendali untuk mengurutkan urutan device yang akan di-boot jika membutuhkan boot dari CD ataupun floppy. Memfungsikan port SATA yang selama ini tersembunyi karena belum diaktifkan juga sesuatu yang patut disyukuri. Hal-hal seperti ini yang akan dilakukan pada pembahasan ini. Apa saja yang bisa dilakukan?

Parallel Port
Untuk mengatur parallel port, biasanya berada pada menu Integrated Peripheral. Terutama jika Anda masih menggunakan printer ataupun …………… Port ini sebaiknya diatur supaya berkomunikasi secara bi-directional.

Ada beberapa pilihan untuk parallel port. Pertama Normal/SPP (Standard Parallel Port). Meskipun sudah bi-directional, namun mode ini sangat lambat. ECP (Extended Capabilities Port) lebih cocok digunakan untuk perangkat yang mentransfer data dalam jumlah besar (seperti saat menggunakan laplink dengan LPT1). EPP (Enhanced Parallel Port) lebih cocok untuk berhubungan dengan perangkat yang sering berubah arah datanya. Beberapa BIOS mempunyai pilihan EPP+ECP yang bisa memberikan keduanya. Namun dengan mode ini, parallel port Anda akan membutuhkan 2 IRQ (Interrupt Request) sekaligus. Bagi Anda yang memiliki PC dengan banyak add-on card, tentu kurang menyukai hal ini.
Mungkin Anda menemukan pilihan ECP mode use DMA. Ini untuk mengendalikan channel DMA yang digunakan untuk parallel port (jika menggunakan mode ECP). Secara default, DMA yang digunakan adalah 3.

Serial Ports
Pada setting onboard serial port terdapat pilihan enable dan disable. Juga setting IRQ dan I/O range untuk COM1 dan COM2. Disable pilihan ini, berarti Anda mempunyai 2 IRQ yang free. Kecuali Anda masih memiliki perangkat yang masih berkomunikasi dengan serial port ini.

USB
Pilihan untuk USB controller biasanya dapat ditemukan juga pada bagian Integrated Peripherals ini. Di sini Anda bisa enable atau disable onboard USB controller. Kecuali Anda memiliki add-on card PCI USB controller (alternatif jika motherboard Anda belum mendukung USB2.0). Setting USB keyboard dan mouse pun juga tersedia di sini. Dengan mengaktifkan USB keyboard, Anda bisa menggunakan USB keyboard Anda pada lingkungan DOS ataupun BIOS sekalipun. Tentu saja setelah setting pada BIOS di-enable dan disimpan.

SMART
Konon, setting ini juga memberikan peningkatan kinerja. Namun yang pasti, SMART (Self Monitoring Analysis and Reporting Technology) ini pasti berguna. Apalagi jika Anda memiliki harddisk yang sudah cukup berumur. Dengan mengaktifkan fungsi ini, Anda akan mendapatkan peringatan dini jika terjadi "ketidakwajaran" pada harddisk Anda secara fisik. Setidaknya Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan data pada harddisk, sebelum harddisk sudah benar-benar rusak.

Power Management
Di sini, tidak hanya berguna untuk menghemat penggunaan listrik oleh PC. Processor yang selalu bekerja dengan kecepatan penuh, bukanlah sesuatu yang menguntungkan, jika Anda sering meninggalkan PC Anda idle dalam waktu yang cukup lama.

Anda juga dapat menghemat MTBF beberapa komponen Anda. Seperti processor, harddisk, juga monitor. Jika Anda memiliki cooling device dengan temperature control, secara tidak langsung ini juga dapat menurunkan tingkat kebisingan yang dihasilkan PC Anda.

Ada beberapa tingkatan dalam fungsi power saving. Dozing menurunkan kecepatan processor (ditunjukkan dalam persentase). Standby mematikan harddrive dan output dari video card. Suspend mematikan semua device, kecuali processor. Ada juga pilihan HDD power down yang khusus mematikan harddisk saja.
Menyalakan PC tidak harus dari tombol power pada casing. Apalagi jika Anda memiliki keyboard dengan tambahan tombol power. Power On function kadang berada pada Integrated peripheral. Default biasa berada pada button only. Pindah ke pilihan Keyboard98, Anda bisa menghidupkan PC dengan menekan tombol [power].

Boot Sequence
Secara default, device yang menempati urutan pertama adalah floppy. Dengan memilih urutan pertama boot menjadi harddisk, waktu yang dibutuhkan untuk proses booting akan berkurang.
Namun pada saat-saat tertentu, pada saat operating system mengalami masalah atau instalasi operating system baru, membutuhkan proses booting dari CD. Beberapa BIOS pada Boot Sequence ini bahkan memungkinkan untuk melakukan booting dari perangkat USB, Firewire, LS120, atau Zip drive.

PC Health
Pada PC Health ini Anda dapat melakukan monitoring hardware Anda, khususnya yang terhubung langsung dengan motherboard. Seperti suhu processor dan suhu sistem dalam casing. Kecepatan fan juga terlihat di sini. Anda dapat mengecek apakah fan ada masih berjalan dengan normal tanpa perlu membuka casing. Namun untuk memeriksa HSF dalam keadaan bersih atau sudah penuh debu, cara membuka casing dan melihat langsung adalah satu-satunya jalan terbaik.

Anda juga dapat mengatur tindakan yang akan dilakukan PC Anda jika terjadi overheat. Apakah dengan sekadar memberikan peringatan berupa bunyi dari buzzer atau PC speaker. Anda tinggal mengaturnya di CPU warning temperature, atau bahkan sampai mematikan komputer jika suhu mencapai batas yang Anda tentukan. Anda perlu mengeset batas suhu yang Anda izinkan pada CPU shut down temperature. Beberapa BIOS juga memiliki fasilitas peringatan untuk fan yang terpasang. Jika batas minimum RPM tidak dipenuhi, akan ada peringatan baik pada POST code maupun peringatan dari buzzer/PC speaker.
Step-by-Step

Power Management
Dengan sedikit tweaking BIOS, dapat menekan rekening listrik dan memperpanjang umur beberapa komponen Anda.
1. Pilih Power Management untuk enable fungsi ini. Pilih lama waktu idle yang dibutuhkan untuk masuk ke power-saving mode.
2. Kebanyakan monitor sudah mendukung DPMS (Display Power Management Signalling). Pilih DPMS Support untuk menghemat energi dan memperpanjang umur monitor.
Boot Sequence
Butuh booting dari CD atau floppy? Aturlah Boot sequence Anda.

1. Masuk ke advanced feature untuk melihat boot sequence.
2. Pada first boot device, pilih device yang Anda inginkan untuk menjadi urutan pertama dalam boot sequence.
3. Lakukan hal yang sama pada second dan third boot device.

Speed Enhancement
 Melakukan tweaking untuk meningkatkan kecepatan PC Anda via BIOS perlu kesabaran tersendiri. Lakukan di waktu luang!

Dengan melakukan tweak yang tepat pada BIOS, Anda akan mendapatkan peningkatan kecepatan. Dan ini tidak melulu dengan melakukan overclocking (OC) untuk komponen PC Anda. Karena biasanya, apalagi pemilik PC rakitan, perakit toko hanya membuat setting BIOS dengan tujuan asal PC dapat berjalan (syukur kalau stabil apalagi memang cepat). Yang perlu dilakukan hanyalah mengoptimalkan tiap-tiap komponen pada PC Anda melalui setting BIOS.

Kalaupun diperlukan OC, hanya sebatas memanfaatkan batas toleransi yang diberikan produsen pada produk-produknya. Hal ini akan tergantung pada produsen masing-masing komponen PC Anda. Juga solusi ini kadang membutuhkan cooling device tambahan, yang berarti biaya tambahan juga.
Penting untuk diingat, sebaiknya perubahan stetting BIOS ini dilakukan sedikit demi sedikit. Lebih baik lagi jika dilakukan satu per satu. Khususnya jika Anda seorang pemula untuk hal ini.

System Performance
Pada beberapa BIOS dapat ditemukan semacam shortcut untuk meningkatkan kecepatan sistem Anda. Biasanya berupa pilihan Normal, Fast, dan Turbo. Biasanya pilihan ini akan menyesuaikan frekuensi clock FSB (Front Side Bus) dan kadang memory DDR SDRAM juga. BIOS juga sering menyediakan pilihan Load Optimized Defaults. Memang pilihan-pilihan ini dapat meningkatkan kecepatan juga. Namun, itu belum lah optimal. Hanya dengan mengenal fungsi-fungsi pada BIOS dengan lebih baik, Anda akan mendapatkan performa PC yang lebih baik juga.

CPU Frequency
Untuk mengatur CPU speed, masuklah ke pilihan Advanced Chipset Feature. Sebagai informasi CPU speed didapat dari hasil kali antara CPU clock ratio dan FSB frequency. Kebanyakan CPU tidak dapat diubah CPU clock ratio-nya (kecuali bagi kebanyakan AMD Athlon XP). Jadi, pada bahasan ini akan mengambil fokus pada FSB frequency.

Pastikan FSB frequency sesuai dengan processor yang Anda miliki. Untuk processor AMD antara 66/100/133 dan 166/200, sedangkan untuk processor Intel.

Jika Anda bersikeras untuk melakukan OC, perlu diperhatikan bahwa ada dua hal yang perlu diubah, yaitu FSB Frequency dan Voltage control. Pada beberapa BIOS yang memiliki fasilitas OC, memberikan pengaturan FSB yang fleksibel. Dengan memungkinkan peningkatan FSB dengan satuan 1 MHz. Di sini perlu kesabaran. Naikkan FSB secara bertahan satu per satu MHz. Jangan tergoda untuk melompat jauh dari FSB normal (lebih dari 10%). Cek apakah CPU Anda mengalami peningkatan suhu yang berlebihan pada PC Health. Jika ya, kembalikan ke FSB sebelumnya.

Coba masuk ke OS Anda. Pastikan sistem Anda stabil. Untuk lebih cepat, Anda dapat mencoba dengan menjalankan CPU Burn-in yang akan memberikan beban penuh pada CPU secara kontinyu. Jika sistem tidak stabil ada dua hal yang bisa dilakukan. Anda bisa kembali ke FSB normal, atau Anda bisa meningkatkan voltage untuk CPU pada voltage control. Namun, hal ini akan meningkatkan suhu CPU Anda saat beroperasi nantinya. Pastikan Anda telah memiliki cooling device yang baik. Lihat tabel batas suhu processor!

Peringatan: 
Sebaiknya Anda didampingi oleh rekan Anda yang berpengalaman untuk ini.

Memory
Di sini kami mengambil contoh sistem yang terinstalasi dengan DDR SDRAM. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja RAM Anda. Pertama, pastikan jumlah keping RAM yang terinstalasi. Jika hanya satu keping atau lebih dari satu keping namun semuanya identik, cara yang paling mudah adalah dengan mengeset Memory Timings pada pilihan By SPD.
Jika RAM yang terpasang lebih dari satu keping dan tidak identik, pertama kenali kemampuan masing-masing keping RAM. Cara yang mudah dengan menggunakan software jenis sysinfo tool seperti AIDA32. Lihat pada Motherboard, SPD. Info lengkap RAM Anda akan terlihat di sini. Lalu tentukan keping RAM yang paling lambat, pada keterangan Memory Speed. Setting Memory Timings pada BIOS sebaiknya mengikuti keping RAM yang paling lambat. Jika tidak, bersiaplah mengalami ketidakstabilan pada PC Anda. Kecuali Anda orang yang cukup beruntung.

CAS Latency adalah kemampuan jumlah data yang dapat dibaca dari RAM yang dihitung tiap clock cycles. Nilai default adalah 3 untuk kebanyakan memori. Namun, ada juga yang memiliki nilai yang lebih baik (lebih kecil dari 3). Jika Anda memiliki sistem berbasis processor AMD, ada baiknya mencoba setting yang lebih agresif (lebih kecil).

AGP slot
Dibandingkan dengan dua tweaking sebelumnya (CPU frequency dan memory), tweaking ini memiliki risiko yang lebih kecil. Yang pertama dilakukan adalah memastikan mode AGP yang didukung, baik oleh motherboard maupun video card. Jika keduanya sudah mendukung mode AGP 8x, pastikan setting BIOS juga pada mode AGP 8x.

Kegunaan pilihan AGP aperture size sering membingungkan banyak orang. Ini berfungsi mengatur jumlah RAM (pada motherboard, bukan pada video card) yang dialokasikan untuk AGP (…) untuk keperluan kinerja video. Aturlah AGP aperture size sebesar ¼ sampai ½ dari jumlah total RAM yang terinstal pada PC Anda. AGP aperture size ini hanya dimanfaatkan jika dibutuhkan.

Beberapa BIOS juga memberikan setting untuk AGP Fast Write Transaction. Enable fungsi ini untuk mengizinkan chipset (northbridge) mengirimkan langsung data ke AGP, bypass tanpa perlu copy data ke memory system untuk kemudian baru diambil oleh AGP. AGP sideband addressing memungkinkan AGP meminta dan mengirim data pada saat bersamaan. Keduanya dapat meningkatkan kinerja graphic PC, namun kadang tidak stabil untuk video card tertentu.

Mempercepat Proses Boot
Cukup banyak cara untuk mempercepat proses booting. Yang paling signifikan adalah dengan enable fungsi Power On Self Test, yang biasanya terdapat pada bagian Advanced BIOS features. Seiring dengan perkembangan dan peningkatan kebutuhan, jumlah RAM yang terinstal pada PC Anda dapat mencapai satuan gigabyte. Bayangkan waktu yang dibutuhkan jika dilakukan RAM test setiap proses cold boot. Disable fungsi Boot Virus Detection juga dapat mengurangi waktu proses booting. Apalagi jika PC Anda dilengkapi software antivirus yang selalu di-update. Ini juga akan terasa membantu saat instalasi operating system baru yang biasanya melakukan proses penulisan pada MBR harddisk.
Step-by-Step

Pengaturan AGP
Dari BIOS juga dapat meningkatkan kinerja graphic PC.

1. AGP aperture size untuk mengatur jumlah RAM yang dialokasikan untuk AGP. Set antara ¼ sampai ½ dari jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.
2. Pilih mode AGP sesuai spesifikasi slot AGP pada motherboard dan video card Anda.
3. Naikkan frekuensi AGP, dapat meningkatkan kinerja graphic PC Anda. Tambah sedikit demi sedikit (1-2 MHz).

Tweak CPU
Tidak ada salahnya untuk sedikit (ingat sedikit!) memacu processor Anda.

1. Tambahkan sedikit saja. Jangan tergoda untuk langsung melompat, katakanlah 5 MHz. Ini bisa membuat kebanyakan PC mengalami gagal boot. Satu-satunya cara tinggal clear CMOS.
2. Jika sistem tidak stabil (hang) namun Anda bersikeras melakukan OC, bisa mencoba dengan menaikan CPU core voltage. Peringatan: cara ini tidak disarankan, karena akan meningkatkan panas bahkan merusak processor.
3. Untuk amannya, berikan batas suhu maksimal CPU Anda. Bisa hanya peringatan dari buzzer/PC speaker ataupun autoshutdown bila suhu mencapai batas tersebut.



Baca juga : Cara Setting Video Shared Memory VRAM

Cara Setting Video Shared Memory Yang Benar

Setelah sebelumnya saya membahas tentang Cara Setting Bios Yang Benar kini saya akan berbagi tips cara mengatur VRAM pada laptop – Setting VRAM dari BIOS – Cara sharing RAM ke VGA – Meningkatkan memori VGA – Menambah VRAM pada VGA on-board – Menaikkan jumlah memori grafis – Cara merubah VRAM – Optimalkan kinerja VGA Intel – Tingkatkan performa grafis on-board.
Komputer menggunakan memori video VRAM untuk menghasilkan dan menampilkan grafik 3D pada monitor komputer. Memori video merupakan RAM (Random Access Memory) yang menggunakan data biner yang dibutuhkan untuk menampilkan grafis 3D.

Modul Pengolah Grafis – VGA
Modul Pengolah Grafis dibangun di dalam motherboard (jenis On-board), atau di dalam sebuah modul add-on yaitu kartu grafis atau biasa disebut VGA-card.
Tergantung pada kemampuan grafis 3D on-board, komputer bisa jadi harus “meminjam” RAM memory utama untuk memenuhi kebutuhan memori video (VRAM). Hal ini menciptakan kebutuhan memori bersama (share), dimana RAM komputer akan dibagi antara CPU (Central Processing Unit) dan chip grafis (GPU- Graphics Processor Unit).

Memory Shared untuk VGA ini (biasanya) dapat dikonfigurasi dari dalam salah satu menu BIOS. Ada beberapa metode sharing memory yang diterapkan oleh produsen motherboard, tentang hal ini ada dalam artikel saya sebelumnya – “Video RAM”. Beberapa merek laptop tidak menyediakan setting shared memory (VRAM) didalam BIOS nya, jika memang demikian silahkan Anda mengacu pada manual-book laptop ybs.
Cara Konfigurasi Shared Memory
Start komputer dan masuk ke BIOS Setup. Untuk melakukan ini dengan menekan tombol keyboard yang sesuai selama proses Boot atau POST.
Setelah masuk di dalam BIOS setup, pilih menu Integrated Peripherals. Menu bisa berbeda pada setiap BIOS.

Dalam menu Integrated Peripherals, pilih menu (istilah bisa berbeda-beda) untuk misalnya aperture AGP, Shared memory, VGA Shared, Frame Buffer, DVMT (board Intel), UMA Frame Buffer dll. Intinya ambil menu tentang VGA (Display memory).
Di bawah pilihan ini, kita dapat mengalokasikan jumlah tertentu RAM untuk keperluan memori video VRAM (shared). Umumnya, dapat dipilih untuk mengalokasikan nilai mulai dari 8MB ke 64MB RAM atau (dalam motherboard keluaran baru) kadang bisa sampai 512MB.
Selanjutnya simpan (save) setting BIOS yang baru dilakukan dan keluar dari BIOS.

Contoh menu konfigurasi Shared Memory dalam BIOS.





Tips
Menggunakan memory shared secara tepat tidak akan menurunkan kecepatan kinerja PC. Akan tetapi memasang sebuah kartu grafis (VGA Card) adalah cara lebih efisien untuk melengkapi PC dengan kemampuan grafis 3D. Hal ini karena kartu grafis memiliki RAM dan prosesor (GPU) sendiri, yang benar-benar terpisah dari PC Anda, dan memiliki fitur-fitur 3D yang lebih lengkap.

Berhati-hatilah dalam menentukan jumlah RAM yang akan di-shared untuk VRAM. Bila RAM yang di Share terlalu besar, bisa jadi komputer tidak akan bisa loading karena CPU kehabisan RAM.
Sebagai patokan, jika PC menggunakan sistem operasi Windows XP harus dipastikan ada “sisa RAM” setidaknya 256MB yang tersedia untuk CPU Anda. Untuk Windows 7 atau Vista, CPU Anda akan memerlukan minimal 512MB RAM, agar Windows berjalan normal. Tentu saja tersedia RAM lebih besar akan lebih baik lagi.

Cara Membuat Bootable Installer Windows 8 Dengan Flashdisk


Kali ini saya akan berbagi info cara membuat bootable installer windows 8 menggunakan Flashdisk. Mungkin kalau Windows 7 dapat dengan mudah menggunakan software rufus (cara paling gampang). Nah kali ini for windows 8. Untuk menciptakan bootable Windows 8 diperlukan sebuah software bernama Windows 8 USB Installer Maker. Aplikasi berukuran 2.2 MB ini bersifat portable sehingga tidak memerlukan instalasi .

















Selain itu anda harus menyiapkan juga file ISO Windows 8 baik pro maupun enterprise. Jika belum punya softwarenya silakan  DOWNLOAD WINDOWS 8 USB MAKER . Baiklah, mari kita praktekkan bersama :

1.  Tancapkan Flash Disk minimal 4 GB yang akan dibuat menjadi bootable pada PC.
2.  Ekstrak file Windows 8 USB Installer Maker.
3.  Klik kanan file Win8USB.exe dan pilih Run as administrator
4.  Akan muncul jendela aplikasi, kemudian pilih drive Flash Disk anda dan pastikan
     format dalam NTFS.
5.  Klik tombol Search ISO untuk mencari lokasi file installer Windows 8.iso yang
     telah anda download.
6.  Cek format drive dengan mengklik kotak Format drive untuk memastikan flash
     disk anda dalam fomat NTFS dan kapasitas minimal yang diperlukan.
7.  Klik tombol Create dan tunggu proses hingga selesai, dalam hal ini diperlukan
     kesabaran karena proses berjalan sangat lama.
8.  Jika dalam proses unpacking instalasi muncul status No Responde, jangan resah
     sebab ini normal dan copy file tetap berjalan di backgound (tak terlihat).
9.  Saat yang ditunggu akhirnya tiba, anda akan menjumpai jendela Task complete
10.Anda juga akan melihat log text dengan tulisan :
     "Successfully updatd NTFS filesystem bootcode". Namun jika tidak coba klik
     tombol Fix USB boot.



Nah cukup mudah bukan?
Namun cara ini membutuhkan sedikit kesabaran, karena akan memakan waktu yang cukup lama. hhe.
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi anda para pembaca.

Brother MFC-9460CDN Driver Download

Download Driver Printer Brother MFC-9460CDN
Compatibility and System Requirements :
Windows 8
Windows 8 (x64)
Windows 7
Windows 7 (x64)
Windows Vista
Windows Vista (x64)
Windows XP

- File name : MFC-9460CDN-inst-D1-eu.EXE
- File Size : 125.51MB
- Version : D1
- Release Date : 22/12/2011

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the printer driver, for the download link see below
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation


Download Brother MFC-9460CDN Driver
Direct Link Download


Cara Instal modem huawei

Instal modem sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangan.
Tapi bagi kita yang masih terbilang baru pastinya akan kesulitan apalagi kalau kita tidak pernah menginstal aplikasi.
Kadang kita bisa menginstal tapi waktu settingnya mengalami kesulitan karena APN setiap profider berbeda-beda.

Pada kesempatan ini saya mencoba menuliskan cara instal dan setting modem Huawei.
Untuk kali ini saya menggunakan modem Huawei E160 Orange dengan Windows seven ultimate 32bit.

Langkah pertama untuk menginstal modem:
1. Colok modem ke Port USB tunggu sampai muncul AutoRun.exe seperti gambar dibawah ini.


2. Jika muncul scurity peringatan dari windows seperti dibawah ini klik Instal the driver software anyway.
Kalau kita klik yang Don't install this driver software nantinya tidak akan bisa.


3. Klik NEXt dan tunggu sampai FINIS.

Jika sudah selesai menginstal driver modemnya kini kita masuk ketahap setting atau buat profile baru.
Masuk ke tools->Options Lihat gambar dibawah ini


Klik NEW yang ada dipojok kanan atas, seperti pada gambar dibawah ini.


Profile name bebas anda tentukan sendiri.


Pada tahap selanjutnya pilih STATIC isikan APN sesuai dengan kartu yang anda gunakan.


Pada contoh ini saya menggunakan kartu indosat.
Klik SAVE lihat contoh pada gambar.


Klik Set AS Default Lihat pada gambar untuk jelasnya


Tahap selanjutnya kita setting networknya agar bisa sesuai dengan jaringan yang ada didaerah kita.
klik network Lihat pada gambar dibawah biar jelas.


Pilih type network sesuai dengan jaringan yang ada.
Lihat gambar biar jelas


Jika anda sudah memilih type jaringan yang sesuai Klik Apply seperti pada gambar dibawah ini.


Untuk mendapatkan jaringan yang kita inginkan pilih type yang sesuai dengan jaringan yang ada.
GSM Only = GPRS / EDGE
GSM Preferred = otomaatis mencari jaringan EDGE yang bagus
WCDMA Only = 3G/HSDPA, pastikan jaringan 3G sudah ada didaerah anda
WCDMA Preferred = otomatis mencari jaringan terkuat, Prioritas ke 3G
Tips: jika didaerah anda sudah ada jaringan 3G pilih WCDMA Only agar sinyal tidak naik turun.

Klik OK untuk keluar dari menu setting, seperti ada gambar dibawah ini.


Sekarang anda sudah selesai menginstal dan mensetting modem Huawei yang baru anda beli.
Perhatikan dua gambar dibawah ini, agar bisa lebih jelas.

Gambar diatas menunjukkan waktu kita belum terkoneksi keInternet.
Sedang gambar dibawah ini menunjukkan saat kita sudah terkoneksi keinternet.


Itulah tadi cara instal modem huawei, mudah bukan?
Jika anda masih merasa kesulitan silahkan bertanya kesaya dengan mengisi kotak komentar yang sudah tersedia.
Terimakasih sudah membaca coretan saya ini.
Salam kenal dan salam Blogger Indonesia

Cara aman belanja online



Cara Mengganti Nama USB Drive

Jika anda bosan dengan tampilan nama dan icon USB drive anda, atau sekedar ingin memberi identitas unik agar dengan cepat dapat mengetahui USB Flash Disk anda, maka ada cara yang bisa dilakukan untuk mengganti nama dan icon USB drive. Sebelum anda mulai, download dulu icon dari iconfactory.com, yang nantinya anda gunakan sebagai icon USB drive anda. Sekarang kita mulai:

1. Periksa dulu isi USB Flash Disk anda, kalau ada file autorun, hapus dan anda akan buat yang baru.
2. Dalam "Control Panel" klik "Folder Options", lalu klik tab "View" dan beri tanda dalam lingkaran "Show hidden folders,files or drives", kemudian klik "Apply" > "OK".
3. Buka Notepad dan ketik:
    [autorun]
    Label=Removable Disk
kemudian Save sebagai "All Files" dengan nama AUTORUN.INF dalam root USB Flash Disk anda, bukan di dalam folder.
4. Klik kanan AUTORUN.INF dan pilih "Properties", hilangkan tanda centang dalam kotak "Read only", kemudian klik "Apply" > "OK".
5. Copy file icon anda ke root USB Flash Disk.
6. Buka file AUTORUN.INF dan edit:
    [autorun]
    Label=Masukkan nama yang anda inginkan sebagai nama USB drive
    Icon=nama icon.ico

7. Setelah melakukan edit, Save dan cabut USB Flash Disk anda, kemudian masukkan lagi, maka anda akan lihat nama dan icon telah berubah sesuai dengan nama dan icon yang anda inginkan.

Brother DCP-120C Driver Download Windows 7

Download Driver Printer Brother DCP-120C
Compatibility and System Requirements :
Windows® 7 (32-bit),
Windows® 7 (64-bit)

- File name : 115-INST-WIN7-A.EXE
- File Size : 34.25MB
- Version : A
- Release Date : 12/02/2009

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the driver Printer, for link download see above
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation

 

 






Download Brother DCP-120C Driver Printer
Direct Link Download


Brother DCP-J315W Driver Download

Download Driver Printer Brother DCP-J315W
Compatibility and System Requirements :
Windows 8
Windows 8 (x64)
Windows 7
Windows 7 (x64)
Windows Vista
Windows Vista (x64)
Windows XP

- File name : dcp-j315w-inst-B1-cd1.EXE
- File Size : 116.48MB
- Version : B1
- Release Date : 09/01/2013

How to install the drivers Printer for Windows :
1. Download the printer driver, for the download link see below
2. Make sure the printer usb cable unplugged from laptop or computer
3. Open the file has been downloaded, double click on the file
4. Follow the instructions that appear during installation
5. When finished plugged usb cable and wait detecting hardware
6. When done doing test print
7. If test print is not a problem, then we have succeeded driver installation

Download Brother DCP-J315W Driver
Direct Link download


Tutorial Upgrade Windows 8 Release Preview ke Windows 8 RTM



Upgrade Windows 8 Release Preview ke RTM - Selamat malam sobat,.. Adakah diantara Anda sekalian yang sudah terlanjur menginstall Windows 8 Release Preview dan ingin upgrade ke versi RTM tanpa install ulang total? Jika ada, mungkin tutorial yang akan saya bahas malam ini dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut karena Microsoft sendiri tidak merekomendasikan Anda untuk meng-upgrade dari versi Preview (termasuk Developer, Consumer dan Release Preview) ke RTM. Ingin tahu lebih jauh?

Nah, tutorial yang akan saya bahas kali ini adalah bagaimana cara agar ISO installer Windows 8 RTM Anda dapat digunakan untuk upgrade dari versi Release Preview,.. Jika ada diantara anda yang kesulitan dengan proses yang akan saya bahas dibawah nanti, bisa meninggalkan komentar di blog ini, dan Insya Allah akan saya bantu jika saya memang mengerti permasalahan yang anda hadapi,.. :) 

Untuk mempersingkat waktu, langsung saja saya bahas langkah-langkah nya dibawah ini :   

1. Untuk melakukan itu, Anda harus meng-ekstrak Windows 8 RTM ISO ke folder tertentu. Sebagai contoh, saya mengekstraknya ke C: \ WIN8DVD

2. Dalam source folder tersebut, cari dan buka file �csversion.ini� dengan notepad dan Anda akan melihat isi seperti berikut :

Berikut adalah nilai minimum yang diperlukan untuk upgrade Windows 8 RTM, yaitu 8508,0. Berarti Windows 8 Build 8508 atau kode yang lebih tinggi dapat diupgrade menjadi RTM.

3. Jadi rubahlah nomor MinClient dan MinServer dari 8508,0 ke nomor versi Windows 8 Prelease Version yang terinstall di komputer anda.
Berikut adalah daftar nomor Build Public Release : 
Windows 8 Public Releases
Build Number
Windows 8 Developer Preview
8102
Windows 8 Consumer Preview
8250
Windows 8 Release Preview
8400
Sebagai contoh, saya rubah nomor versi 8508.0 (RTM) ke 8400.0(RP)

 
4. Setelah itu simpan file tersebut dan buatlah Windows 8 bootable USB  dengan cara :
  • Buka Windows Control Panel >> Administrative Tools >> Computer Management >> Storage >> Disk Management
  • Pilih USB disk punya Anda dan Format (quick)
  • Klik kanan pada USB Disk
  • Lalu Set as Active
  • Setelah itu salin semua file dalam folder C: \ WIN8DVD ke USB Storage Anda.
Yak, sekarang Anda sudah bisa meng-upgrade dari versi prelease Windows 8 yang terinstall di laptop atau komputer Anda ke versi RTM melalui Windows ISO USB Bootable buatan anda sendiri... 

Selamat mencoba,.. :)